Turk ve Islam Eserleri Muzesi, Istanbul: Mencari Celupak!
- Ajeng Arainikasih

- 5 Jan 2022
- 2 menit membaca

Turk ve Islam Eserleri Muzesi artinya Turkish and Islamic Arts Museum. Kebetulan saya sempat mengunjungi museum ini tahun 2010 silam. Kala itu, saya sedang mendampingi bos saya untuk menghadiri konferensi museum internasional di Istanbul.
Bos saya adalah seorang arkeolog yang spesialisasinya adalah seni Islam. Tentunya kunjungan ke museum ini menjadi wajib, hehe...
Museum ini sudah eksis sejak tahun 1914 lho! Awalnya museum ini bernama Evkaf-i Islamiye Museum (Islamic Foundations Museum) yang berlokasi di salah satu bangunan di komplek Suleymaniye Mosque.
Menurut Wikipedia, agar lebih nasionalis, ketika Republic of Turkey berdiri di tahun 1923, nama museum ini kemudian diubah menjadi Turk ve Islam Eserleri Muzesi atau Turkish and Islamic Arts Museum.
Kemudian, di tahun 1983 gedung museum dipindahkan ke Istana Ibrahim Pasha. Ibrahim Pasha adalah grand vizier dan menantu dari Sultan Suleiman the Magnificent. Istana ini dibangun abad 15 dan kini merupakan salah satu bangunan istana tertua di Istanbul (selain Istana Topkapi) yang masih berdiri tegak. Mantab ya!

Koleksi museum ini juga menakjubkan! Ada koleksi karpet, naskah, keramik, hingga benda-benda yang terbuat dari logam, terakota, dan kaca, dari berbagai periode Dinasti Islam.
Kebetulan bos saya adalah seorang pengagum karpet. Jadi, beliau menghabiskan waktu lama sekali mengagumi karpet-karpet tua berukuran besar yang dipamerkan di museum. Saya ingat ada karpet bergambar Ka'bah lho!
Di museum adapula ubin bergambar Ka'bah. Sebetulnya saya amaze saja sih dengan ide menggambarkan Ka'bah sebagai desain keramik atau karpet. Rasanya di Indonesia tidak ada tinggalan Arkeologi Islam yang bergambar Ka'bah. Atau mungkin saya saja yang kurang gaul di dunia Arkeologi Islam Indonesia ya?

Saya juga ingat ada banyak sekali koleksi pecahan gerabah di Turk ve Islam Eserleri Muzesi. Saking banyaknya, pecahan gerabahnya sampai ditebar di atas jala yang membentang di void (ruangan kosong bukan di lantai dasar, diantara dua sisi bangunan atau dua tangga yang bersebrangan).
Selain itu, di museum juga ada display koleksi etnografi yang menggambarkan kebudayaan dan kehidupan sehari-hari berbagai etnis di Turki di abad 19. Kalau dipikir-pikir lagi, bagian koleksi etnografi ini konsepnya sangat museum era kolonial sekali. Wajar sih, museum didirikan tahun 1914!
Tetapi, hal yang paling saya ingat dari kunjungan ke museum ini adalah kegiatan "berburu" celupak! Celupak disini maksudnya adalah lampu minyak zaman dahulu yang terbuat dari tanah liat atau logam.
Kala itu, entah mengapa, bos saya semangat sekali mencari celupak yang dipamerkan di museum dan meminta tolong kepada saya untuk memfoto setiap celupak yang beliau (atau saya) temukan. Lumayan, kunjungan ke museum jadi terasa seperti permainan mencari harta karun berbentuk celupak.
Walaupun, sepulang dari Turki (hingga saat ini) foto-foto celupak tersebut juga tidak diapa-apakan lagi, hehe... Sayangnya foto-fotonya sudah hilang bersama laptop lama saya yang rusak.
Jadi, bagi yang penasaran dengan bentuk celupak, saya tampilkan foto celupak dari Wikipedia saja ya. Tetapi, sebagai catatan, celupak yang ada di Wikipedia ini berasal dari Yunani dan Romawi. Jadi, bentuk dan desain motifnya harusnya agak berbeda dengan celupak dari Turki.





Komentar