Rusia vs Jepang (di Museum)
- Ajeng Arainikasih

- 12 Nov 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 Sep 2021

Zdravstvuyte!*
Di episode ke-2 #MuseumTravelogue Talk ini, gue, Retno dan Argi bahas tentang museum-museum di Rusia. Terutama museum-museum yang membahas tentang Jepang dan Perang Dunia 2. Kalau kalian lebih prefer untuk mendengarkan kami dibandingkan dengan baca tulisan gue, silahkan klik disini.
Kisah ini dimulai ketika Russo-Japanese War berakhir di tahun 1905 dan bagian selatan Sakhalin (pulau di utara Hokkaido) menjadi bagian dari daerah kekaisaran Jepang (Dai Nippon). South Sakhalin menjadi salah satu prefektur Jepang dengan nama Karafuto dari tahun 1905-1945, hingga akhirnya kembali menjadi wilayah kekuasaan Rusia (dulu Uni Soviet). Berikut adalah museum-museum yang menceritakan mengenai sejarah Rusia-Jepang terkait Perang Dunia 2.
Daftar Isi:
Museum of Local Lore, Yuzhno-Shakhalinsk
Kini, satu-satunya bangunan peninggalan Jepang di Yuzhno-Shakhalinsk, ibukota Sakhalin, adalah Regional Museum di daerah tersebut (Museum of Local Lore). Bangunan museum dibangun tahun 1937 dan bergaya Japanese emperor's crown style. Dahulu bangunan ini merupakan Museum Karafuto yang didirikan oleh Jepang.
Tahun 1946 museum dibuka kembali sebagai museum regional dibawah kekuasaan Uni Soviet. Kini museum menceritakan sejarah masa pendudukan Jepang dan perpindahan Sakhalin dari kekuasaan Jepang ke Uni Soviet. Selain itu, museum juga menampilkan keadaan alam dan budaya di Sakhalin dan Kuril Islands.
Misalnya tentang tambang minyak, flora-fauna, dan benda-benda etnografi etnis indigenous yang berdomisili di Pulau Sakhalin seperti Ainu dan Nivkhi. Sayangnya, menurut Lonely Planet dan review di TripAdvisor, label museum hanya berbahasa Rusia.
Berhubung gue belum pernah datang langsung ke museumnya, gue hanya bisa menduga kalau museum ini merupakan salah satu "produk" museum kolonial. Yakni museum yang "merekam" mengenai komoditas alam dan kebudayaan suatu daerah (koloni), untuk kepentingan the making of colonial knowledge yang dilakukan oleh Jepang sebagai colonizer. Yah, mirip-mirip kali ya dengan konsep museum-museum propinsi di Indonesia yang konsepnya memang kelanjutan dari konsep museum di zaman Belanda.
Namun, sepertinya narasi di museum-museum Rusia tentang imperialisme Jepang dan Perang Dunia 2 di Asia berkisar di seputaran tema Rusia vs Jepang. Yakni Russo-Japanese War (1904-1905) dan Soviet-Japanese War (1945). Kedua perang tersebut jadi tema yang biasanya dibahas di museum.
Pobeda Museum and Memorial Complex, Yuzhno-Sakhalinsk
Salah satu contohnya adalah di Pobeda Museum and Memorial Complex yang baru dibuka pasca 2017 di Yuzhno-Shakhalinsk. Museum ini besar dan berada di bangunan bergaya modern bertingkat 5. Museumnya menceritakan tentang Russo-Japanese War (1904-1905) dan Soviet-Japanese War di Perang Dunia 2, terutama mengenai pembebasan South Sakhalin dan Kuril Islands dari kekuasaan Jepang.
Museum menggunakan teknologi modern untuk pamerannya. Juga memamerkan tank dan senjata mesin, serta reproduksi medan pertempuran dan kamp militer dalam ukuran sebenarnya. Hasilnya jadi keren apa mengerikan (baca: intimidatif) ya?
Russian Pacific Fleet Military History Museum, Vladivostok
Narasi perang Rusia vs Jepang tidak hanya diceritakan di museum yang baru saja didirikan beberapa tahun belakangan ini. Sejak tahun 1950 di Vladivostok sudah didirikan Russian Pacific Fleet Military History Museum. Museum menceritakan peran Angkatan Laut Rusia (sejak dari era Peter the Great dari Kekaisaran Rusia, hinga Uni Soviet dan Rusia saat ini) dalam berbagai peristiwa perang/sejarah.
Tentu saja salah satu peristiwa yang dibahas di museum adalah Russo-Japanese War dan Soviet-Japanese War. Koleksi museumnya beragam, dari lukisan cat air, benda-benda pribadi milik tentara AL Rusia, senjata, medali penghargaan, hingga peralatan medis yang dipakai saat Russo-Japanese War.
Sebenarnya, BBC pernah lho membahas mengenai kisah keluarga-keluarga Jepang yang "tertinggal" di Sakhalin setelah Perang Dunia 2 usai. Kisahnya biasanya jauh dari kata bahagia. Walaupun demikian, kalau baca dari website museum-museum dan review di TripAdvisor, museum-museum di Rusia tampaknya lebih menitikberatkan untuk menceritakan mengenai peristiwa perang daripada membahas sejarah sosial.
Museum of Political History of Russia, St. Petersburg
Tetapi ada juga kok museum yang pernah membahas mengenai sejarah sosial dari Russo-Japanese War, walaupun hanya dalam bentuk pameran temporer. Yakni Museum of Political History of Russia di St. Petersburg. Di pameran temporer mereka di bulan Okober tahun 2018, museum menampilkan pameran foto mengenai kehidupan Prisoneers of War (POW) Jepang yang berada di Rusia dan tawanan perang Rusia yang berada di Jepang, pada periode awal abad 20. Gue pribadi jadi penasaran banget pingin datang ke pameran ini, sepertinya menarik.
Berhubung gue gak nemu satupun artikel jurnal akademik yang bahas tentang museum Rusia (terutama yang membahas tentang pameran Rusia vs Jepang di Perang Dunia 2), maka gue gak bisa menganalisis lebih dalam tentang isu ini. Jadi, sekian dan terima kasih sudah mendengarkan episode 2 tentang Rusia ini.
Silahkan di love dan follow biar gak ketinggalan dengerin episode-episode #MuseumTravelogue Talk selanjutnya ya. Podcast juga bisa didengarkan di Spotify, Anchor dan Google Podcasts.
Satu lagi, jangan lupa follow akun Instagram @museumtravelogue biar tetap update kalau ada info lainnya. Sampai ketemu minggu depan di Korea Selatan!
Salam!

*Zdravstvuyte dalam Bahasa Rusia artinya halo.
**Episode ini diriset dan dibawakan oleh Ajeng Arainikasih, Retno Ayu Lestari dan Argi Arafah.

Foto: Pexels / Pixabay




Komentar