top of page

National Gallery of Victoria (NGV), Melbourne: Black in Fashion dan Sidney Nolan

  • Gambar penulis: Ajeng Arainikasih
    Ajeng Arainikasih
  • 9 Okt 2021
  • 3 menit membaca


Di tahun 2007 saya bersama seorang teman memutuskan untuk liburan Paskah ke Melbourne. Kala itu kami masih menjadi mahasiswi di Adelaide, Australia. Sebagai mahasiswi jurusan Art History, tentunya di Melbourne saya "wajib" mengunjungi National Gallery of Victoria. National Gallery of Victoria atau yang biasa disingkat dengan NGV adalah state gallery nya negara bagian Victoria.


Sebenarnya, salah satu tujuan utama saya ke NGV adalah untuk mendatangi pameran temporer bertajuk "Black in Fashion: Mourning to Night". Kala itu saya sedang mengerjakan tugas akhir membuat pameran temporer imaginer berjudul The Dress Shop: Colonial Chic. Jadi, saya butuh inspirasi dan informasi mengenai pakaian hitam untuk berkabung.


Awalnya saya dan teman saya mendatangi Ian Potter Centre: NGV Australia di Federation Square. Ternyata pameran "Black in Fashion. Mourning to Night" nya bertempat di NGV International di St. Kilda Road. Wah! Ternyata NGV ada dua! Yup! Keduanya sama-sama berada di pusat Kota Melbourne dan mengusung konsep iconic architecture. Iconic architecture maksudnya adalah gedung museum yang didesain sedemikian rupa, bergaya bangunan modern dan menjadi ikon Kota Melbourne.


NGV International berisi koleksi seni dari Eropa, Asia, Amerika dan Oceania. Sedangkan Ian Potter Centre: NGV Australia berisi karya-karya dari seniman Australia. Baik seniman kulit putih maupun Indigenous Australians and Torres Strait Islanders.


Ian Potter Centre: NGV Australia

Kebetulan, di Ian Potter Centre: NGV Australia sedang ada pameran temporer berjudul "Sidney Nolan". Sir Sidney Robert Nolan (1917-1992) adalah salah satu seniman modern art kenamaan Australia beraliran surrealism. Karya-karyanya yang paling terkenal adalah serial lukisan tentang kehidupan Ned Kelly.


Ned Kelly adalah bushranger legendaris Australia di abad 19. Ned Kelly, pemimpin geng, pencuri, dan buronan polisi yang hidupnya berakhir tragis di tiang gantungan menjadi cultural icon yang paling terkenal di Australia di kemudian hari. Ned Kelly biasanya mengenakan semacam "baju zirah" anti peluru demi perlindungan dirinya. Unik ya!


Sidney Nolan. The Trial. [1946-1947]. Photo: Wikipedia

Pameran "Sidney Nolan" tahun 2008 di Ian Potter Centre: NGV Australia tersebut merupakan pameran retrospektif pertama sejak meninggalnya sang perupa di tahun 1992. Tentunya pameran tersebut menampilkan karya-karya masterpiece Sidney Nolan, termasuk the Kelly series yang dibuat tahun 1946-1947. Saat itu saya bahkan membeli boneka Ned Kelly di toko suvenir NGV sebagai merchandise pameran.


NGV International. Photo: Wikipedia

Demi pameran "Black in Fashion. Mourning to Night", dari Ian Potter Centre: NGV Australia saya dan teman saya pun bertolak ke NGV International. Pamerannya keren sih, tidak hanya membahas pakaian hitam untuk berkabung, tapi juga membahas pakaian hitam dan hubungannya dengan relasi kuasa, gaya elegan, hingga sex appeal. Tentunya narasi pameran diilustrasikan dengan berbagai koleksi, dari gaun, sepatu, hingga lingerie.


Sejarah pakaian hitam untuk berkabung dipelopori oleh Ratu Victoria di Inggris. Setelah Prince Albert meninggal, Ratu Victoria selalu mengenakan pakaian hitam sampai akhir masa hidupnya. Memang pada masa itu (abad 19) cara berpakaian untuk perempuan ada tata kramanya. Seorang janda yang suaminya meninggal harus mengenakan pakaian hitam.


Awalnya pakaian hitamnya harus polos. Setelah beberapa waktu, pakaian hitam yang dikenakan boleh berhias renda. Kemudian, setelah menjadi janda untuk beberapa tahun, perempuan akhirnya boleh mengenakan pakaian berwarna ungu ataupun merah marun (terutama untuk menghadiri pesta).


Dari mengerjakan tugas akhir ini saya jadi mengerti mengapa warna ungu sering pula disebut sebagai warna janda. Juga mengerti mengapa kalau ada yang meninggal kita melayat memakai pakaian hitam. Ternyata, sejarahnya manut Ratu Victoria, hehe...



Best of the best dari pameran "Black in Fashion. Mourning to Night" ini adalah adanya postcard gratis yang boleh dibawa pulang. Bukan hanya gratisnya yang bikin senang, tetapi karena desainnya.


Postcard tidak hanya terdiri atas selembar karton, tetapi terdiri atas 2 lembar karton yang nyambung karena dilipat. Pada satu sisi karton terdapat tempat untuk menulis alamat, menulis isi pesan, dan tempat untuk menempel perangko seperti postcard pada umumnya. Sedangkan, sisi lainnya bergambar siluet mannequin dan 2 gaun hitam. Ketiga item ini bisa dicopot dari postcard dan bajunya kemudian bisa disangkutkan ke mannequin. Seperti mainan boneka baju kertas saat saya kecil dahulu!


Sampai sekarang postcard nya masih saya simpan lho! Tapi... dulu boneka Ned Kelly nya sudah dikasih ke mantan sebagai oleh-oleh dari Melbourne, ups! Coba waktu itu beli 2 ya, hehe...

Komentar


Ā© 2023 by NOMAD ON THE ROAD. Proudly created with Wix.com

bottom of page