#MuseumTravelogue Talk: A Podcast Show
- Ajeng Arainikasih

- 16 Okt 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 17 Nov 2020

Halo halo haloo!
#MuseumTravelogue sekarang mau bikin podcast nih, uowwowww...
Tenang ajaa, gue bukannya mau latah ikut-ikutan trend bikin podcast tentang museum. Ide awalnya sebenarnya sudah eksis dari tahun 2018.
Waktu itu gue masih tinggal di Leiden, dan pada suatu hari, sehubungan dengan disertasi gue, gue googling tentang museum yang menceritakan tentang penjajahan Jepang. Ternyata banyak banget negara yang punya museum tentang penjajahan Jepang atau museum terkait PD II vs Jepang. Kok bisa? Karena dahulu negara-negara tersebut jadi bagian dari Kekaisaran Jepang atau perang melawan Jepang. Jumlahnya bahkan sampai 30 negara!
Gue sampai gak bisa tidur beberapa hari sangking setiap malam semangat googling. Bukannya apa-apa, gue gak bisa tidur karena jadi kepingin banget jalan-jalan ke 30 negara itu dan ngeblog tentang museum-museumnya. Tentunya saat itu kebayangnya produk akhirnya akan jadi buku seri #MuseumTravelogue yang berjudul Dai Nippon.
Lalu, demi mewujudkan cita-cita dan obsesi gue tentang penjajahan Jepang, tahun 2019 gue ngajak beberapa teman (orang Indonesia dan Jepang) untuk apply grant. Rencananya kami mau bikin film dokumenter terkait penjajahan Jepang melalui museum-museum di Jepang dan di Asia Tenggara. Di atas kertas, selama tahun 2020 gue akan sibuk keliling Asia Tenggara. Professor gue bahkan sudah approve sama rencana jadwal gue tersebut.
Kenyataannya: aplikasi grant kami gak diterima! Waktu itu cukup sedih sih, tapi ternyata Tuhan memang punya rencana lain. Bayangkan kalau memang keterima, bagaimana caranya gue bisa keliling Asia Tenggara disaat pandemi begini?
Berhubung gue gak bisa datang langsung ke museumnya, akhirnya gue punya ide: gimana kalau gue bikin podcast aja! Rencana awalnya adalah: wawancara para kurator/edukator museum-museum tersebut biar mereka bisa ceritain tentang museumnya masing-masing.
Gue pun mulai gerilya kirim e-mail ke list museum yang sudah gue kumpulin sejak 2018. Tapii, banyak e-mail ternyata gak berbalas saudara-saudaraa! Kalaupun berbalas, isinya adalah penolakan di wawancara karena kuratornya gak merasa bisa lancar berbahasa Inggris. Tetooott...
Rencana berubah lagi! Akhirnya gue memutuskan untuk bikin aja deh podcastnya dengan format non-interview. Selain googling, informasi tentang museumnya gue cari dari artikel academic journal. Berhubung kalau gue ngoceh sendirian di podcast rasanya bakal basi, akhirnya gue ajakin deh teman-teman gue, Retno dan Argi, untuk jadi co-hosts.
Selain lulusan arkeologi, Retno itu heritage enthusiast yang passion nya adalah menceritakan konten sejarah/arkeologi/ budaya lewat berbagai media, terutama ke anak-anak. Lagipula, Retno punya knowledge tentang film, drakor, musik, sastra dan komik, yang pastinya bisa membumbui podcast ini.
Sedangkan Argi adalah arkeolog sejati! Ekspertisnya terutama di bidang arkeologi kolonial dan sejarah kolonial. Kehadiran Argi pastinya menambah sudut pandang baru di podcast ini karena Argi punya pengetahuan yang luas banget tentang sejarah perang dan senjata!
Jadi, inilah podcast #MuseumTravelogue Talk kami - Season 1: Dai Nippon. Dai Nippon artinya Japanese Empire. Podcastnya InsyaAllah akan rilis setiap minggu mulai bulan November mendatang. Selain di posting di blog ini, podcast juga dapat didengarkan di Anchor dan Spotify.
Rencananya, season ini akan terdiri dari sekitar 20 episode. Setiap episode akan membahas museum-museum tentang penjajahan Jepang atau perang melawan Jepang di satu negara tertentu. Di beberapa episode, akan ada juga yang bahas 2-3 negara dalam 1 episodenya.
Dimulai dari Taiwan sebagai koloni Jepang pertama, lalu kami akan merambah ke negara-negara koloni Jepang lain di Asia Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Setelah itu, kami akan beralih ke negara-negara yang berperang dengan Jepang di Eropa, Australia dan Pasifik serta Amerika. Episode season 1 kemudian akan ditutup di Jepang itu sendiri.
Nah, selamat mendengarkan! Semoga enjoy dan semoga sedikit banyak konten podcastnya bermanfaat yaa... š
Cheers,
@jeng
PS. Thanks to teman-teman gue Widma & Rianti, podcaster yang mementori dan menyemangati gue untuk bikin serial podcast ini! *kiss




Komentar