Museum dan Sejarah India yang "Terlupakan"
- Ajeng Arainikasih

- 10 Des 2020
- 5 menit membaca
Diperbarui: 2 Sep 2021

Namaskaar!*
Gue jujurnya baru tahu kalau India pernah diinvasi dan perang melawan Jepang saat Perang Dunia 2 dulu. Nah, tema itulah yang akan gue, Retno dan Argi bahas di podcast #MuseumTravelogue Talk Episode 6 ini. Tapi, buat yang lebih suka mendengarkan audio daripada baca narasi tulisan, silahkan dengarkan disini ya! Selain itu, berikut adalah list museum yang akan dibahas di tulisan ini.
Daftar Isi:
Museum of Japanese Occupation dan Kalapani Museum, Port Blair
Cerita ini mau gue mulai dari Kepulauan Andaman dan Nicobar. Kepulauan tersebut terletak di teluk Benggala dan kini merupakan teritori India. Dahulu, kepulauan tersebut merupakan koloni Inggris dan di kota nya, Port Blair, ada penjara tempat tahanan politik Inggris dibuang.
Tahun 1942 setelah Myanmar dikuasai Jepang, Kepulauan Andaman dan Nicobar pun tidak lama jatuh ketangan Jepang. Orang-orang Inggrisnya kemudian dibuang oleh Jepang ke Singapura sebagai tawanan perang, dan tahanan politik Inggris di Port Blair dibebaskan untuk jadi kolaborator Jepang.
Selama 3 tahun masa pendudukan Jepang disana, rakyat Kepulauan Andaman dan Nicobar tersiksa. Jepang menyiksa, membunuh, dan memobilisasi rakyat untuk bekerja paksa membuat lapangan terbang atau untuk bertani demi memenuhi kebutuhan pangan. Saat itu makanan sulit didapat. Perempuan Korea dan Malaysia juga didatangkan untuk jadi comfort woman bagi tentara Jepang disana.
Belakangan, pasca Perang Dunia 2, di Port Blair dibangun monumen yang didirikan untuk memperingati menyerahnya Jepang. Namun, sejarah kelam ini kini kurang diketahui, baik oleh turis maupun oleh penduduk Kepulauan Andaman dan Nicobar sendiri, terutama generasi muda.
Oleh sebab itu, atas prakarsa kepolisian India, tahun 2013 Museum of Japanese Occupation dibuka di Port Blair untuk memperingati sejarah kelam penjajahan Jepang tersebut. Museumnya dibuka gratis, dan diresmikan oleh 2 orang penduduk lokal yang orang tuanya meninggal dibunuh oleh Jepang di era Perang Dunia 2.
Selain itu, ada pula Kalapani Museum (museum swasta berbayar) yang menceritakan mengenai penjajahan Jepang di Kepulauan Andaman/Nicobar tersebut. Museumnya memamerkan diorama, foto, film dan arsip/dokumen terkait penjajahan Jepang. Tiket masuk museum juga termasuk pemandu, izin foto dan segelas teh/kopi.
World War 2 Memorial Museum dan Hump Museum, Arunachal Pradesh
Tidak hanya memori mengenai okupasi di Kepulauan Andaman dan Nicobar yang agak "terlupakan", sejarah Perang Dunia 2 di India daratan juga tampaknya "terlupakan". Baru di tahun 2018 di Changlang, Arunachal Pradesh, diresmikan World War 2 Memorial Museum. Museum ini berisi material sisa-sisa perang, benda-benda pribadi tentara dan penduduk sipil yang bertempur atau terlibat di Perang Dunia 2.
Museum ini berada di dekat kuburan masal korban Perang Dunia 2, termasuk kuburan mereka yang bekerja membangun Stilwell Road. Stilwell Road sepanjang 1.726 km yang membelah Myanmar, India dan Cina adalah jalan yang dibangun oleh Amerika Serikat semasa perang.
Dinamakan seperti nama Jenderal Joseph Stilwell yang memimpin pembangunan jalan. Jalan tersebut merupakan akses vital bagi Sekutu untuk menjangkau Cina demi menahan dan mengalahkan Jepang. Di India, Stilwell Road membentang sepanjang 60 km, sedangkan sekitar 1.000 km berada di Myanmar dan 600 km lainnya di Cina.
Selain itu, masih di Arunachal Pradesh, tepatnya di Pasighat, juga direncanakan akan dibangun Hump Museum. Di era Perang Dunia 2 Arunachal Pradesh adalah rute udara yang harus dilewati oleh tentara Sekutu dari India ke Cina untuk menahan serangan atau melawan Jepang. Dalam hal ini Sekutu mengantarkan bahan bakar, persenjataan dan peralatan perang lainnya ke Cina. Namun, rute ini (yang melewati Pegunungan Himalaya) sangat sulit sehingga disebut sebagai the hump.
Sekitar 650 pesawat jatuh di rute ini selama Perang Dunia 2 dan sekitar 400 orang Amerika dinyatakan hilang. Rencananya, Hump Museum akan berisi sisa-sisa pesawat jatuh dan benda-benda lain sisa Perang Dunia 2 yang ditemukan di Pegunungan Himalaya.
Tahun lalu, beberapa surat kabar India memberitakan bahwa museum ini akan dibuka tahun 2020 dan direncanakan untuk diresmikan oleh duta besar Amerika Serikat untuk India. Namun, hingga kini belum ada berita lagi mengenai pembukaan museum tersebut.
2nd World War Museum, Naga Heritage Village dan Imphal Peace Museum, Imphal
Selain itu, saat Perang Dunia 2 di India juga terjadi pertempuran! Perangnya berlangsung tahun 1944 di Kohima dan Imphal, di wilayah timur laut India dekat perbatasan Myanmar. Perang tersebut adalah perang antara Jepang dan Inggris/India (serta Sekutu).
Walaupun sempat agak "terlupakan" tetapi perang tersebut merupakan salah satu perang besar antara Inggris dan Jepang yang juga penting. Oleh karena Jepang mengalami kekalahan telak dalam perang tersebut, maka India tidak jadi diinvasi oleh Jepang.
Sebenarnya, sejak tahun 2008 di Naga Heritage Village, Kisama, sudah didirikan 2nd World War Museum yang menceritakan mengenai perang di Kohima tahun 1944 tersebut. Museum fokus menjelaskan mengenai peristiwa dan hasil dari perang, juga menampilkan artefak dan senjata-senjata dari kedua belah pihak yang bertempur. Selain itu, museum juga menggunakan pendekatan presentasi koleksi dengan audio visual sehingga pertempuran tersebut jadi terasa lebih nyata.
Kemudian, baru di tahun 2019 Imphal Peace Museum diresmikan dalam rangka memperingati 75 tahun Battle of Imphal. Imphal Peace Museum ini didanai oleh yayasan Jepang Nippon Foundation dan pemerintah India sebagai simbol perdamaian dan rekonsiliasi antara India - Jepang. Museum diresmikan oleh duta besar Jepang untuk India dan terletak di kaki bukit Red Hill tempat Jepang kalah perang.
Tata pamer museum terbagi menjadi 3 bagian. Bagian yang pertama fokus pada perang Imphal: kronologi perang, peta, foto dan benda-benda, termasuk seragam tentara Jepang dan cerita mengenai warga lokal yang bertempur sebagai Indian National Army.
Bagian ke-2 fokus pada kehidupan transisi pasca perang di daerah tersebut. Artefak yang dipamerkan antara lain berupa TV kuno dan kamera tua. Terakhir, di bagian ke-3 dipamerkan pula beragam seni dan budaya masyarakat sekitar dan kaligrafi bertuliskan 'peace' atau 'heiwa' karya PM Abe Shinzo.
Bagi pengunjung Jepang yang orang tua atau leluhurnya gugur di perang tersebut dan tidak ada makam yang bisa didatangi, Imphal Peace Museum dapat menjadi tempat "closure". Imphal Peace Museum juga memenangkan India's Best Design Award 2019. Jadi penasaran ingin kesana deh!
Museum tentang Perang Dunia 2 di India baru mulai banyak didirikan belakangan ini. Padahal, ada wilayah India yang pernah dijajah Jepang, dan ada pula wilayah yang pernah menjadi medan perang penting. Hal ini disebabkan karena Perang Dunia 2 di India merupakan hal yang cukup kontroversial mengingat peristiwa tersebut berkaitan dengan masa kolonial (British India).
Museum-museum yang baru didirikan ini fokusnya pun tampaknya untuk komemorasi sejarah Perang Dunia 2, terutama akan tema atau peristiwa yang sempat agak terlupakan di India. Selain itu, hubungan baik internasional (dengan Jepang atau Amerika Serikat) juga tampak penting dalam pembangunan museum-museum baru di India ini.
Ada yang sudah pernah ke India dan berkunjung ke salah satu museum yang dibahas diatas? Share ceritanya dong di akun Instagram @museumtravelogue.
Oh ya, jangan lupa juga ya untuk love dan follow akun #MuseumTravelogue Talk di Spotify biar gak ketinggalan dengerin episode-episode selanjutnya. Podcast ini juga bisa didengarkan di Anchor dan Google Podcasts.
Terima kasih ya sudah mendengarkan. Minggu depan kita bakal masih blusukan di Asia Selatan nih. Gue akan cerita tentang Perang Dunia 2 dan museum-museum di Nepal, Pakistan dan Sri Lanka. Sampai minggu depan!
Salam!

*Namaskaar dalam Bahasa Hindi artinya halo.
**Episode ini diriset dan dibawakan oleh Ajeng Arainikasih, Retno Ayu Lestari dan Argi Arafah.

Foto: Pexels / Pixabay




Komentar