top of page

Jepang, British Empire, dan Koleksi di Storage Museum Inggris

  • Gambar penulis: Ajeng Arainikasih
    Ajeng Arainikasih
  • 28 Feb 2021
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 9 Sep 2021



Hello!


Sampai juga akhirnya kita di Inggris! Menurut Retno, kalau bicara tentang Inggris dan hubungannya dengan Jepang, maka Retno pasti langsung terbayang film jadulnya Steven Spielberg, The Empire of the Sun (1987). Film ini menceritakan tentang Jim, yang diperankan oleh Christian Bale, sebagai anak Inggris yang tinggal di Shanghai. Sejak pendudukan Jepang di Cina, Jim dan keluarganya jadi terpisah dan menjadi prisoner of war (POWs). Nah, di episode ini gue, Retno dan Argi akan membahas seperti apa sih cerita Perang Dunia 2 Inggris lawan Jepang dinarasikan di museum-museum di Inggris. Apakah kisah-kisah POWs berkebangsaan Inggris di negara-negara koloninya seperti Jim di film The Empire of the Sun tersebut tampil di museum?


Sebelum cerita dimulai, silahkan klik link ini: Spotify, Anchor, Google Podcasts dan Apple Podcasts bagi yang lebih tertarik mendengarkan versi podcast kami. Berikut juga merupakan daftar museum-museum yang akan dibahas di tulisan ini.


Daftar Isi:


National Army Museum, London


Museum pertama di Inggris terkait PD 2 yang wajib dibahas tentunya National Army Museum di London. Tata pamer permanen museum ini dibagi menjadi 5 tema besar yang tidak kronologis tetapi tematis. Tema nya adalah soldier, army, society, battle dan insight gallery. Di setiap tema ada sedikit koleksi atau cerita yang berkaitan dengan Perang Dunia 2 di mantan koloni-koloni Inggris di Asia: Hongkong, India, Sri Lanka, Myanmar, Malaysia dan Singapura. Misalnya, di "Army Gallery" ada mannequin dengan seragam tentara Gurkha dan British Indian Army; dan di "Society Gallery" diceritakan tentang war remembrance di India masa kini.


Koleksi museum pun bervariasi, dari lukisan, poster, foto, seragam, medali, tank, senjata, sampai peralatan olahraga tentara dan peralatan medis. Tata pamer museum juga dirancang interaktif. Misalnya, anak-anak bisa ikut quiz untuk menentukan apakah mereka cocok untuk menjadi tentara atau tidak. Mereka bisa mencoba merangkak ala tentara dan latihan drill mengikuti perintah ala tentara. Pengunjung bisa menjadi crew (tentara) di dalam tank dan bermain strategi perang secara digital. Bahkan, pengunjung juga bisa mencoba merancang sendiri desain pangkat tentara mereka.


Walaupun demikian, tema yang bersinggungan dengan Perang Dunia 2 di koloni-koloni Inggris di Asia tampaknya tidak terlalu banyak dibahas dan bukan menjadi fokus utama yang ditonjolkan di museum. Di website National Army Museum memang ada cerita-cerita tentang peristiwa atau koleksi museum yang dijabarkan dalam tulisan yang cukup panjang (seperti blog post). Namun, dari 44 cerita tentang Perang Dunia 2, tema yang berkaitan dengan Perang Dunia 2 di koloni Inggris di Asia hanya ada 4 cerita! Selain itu, ada pula 9 koleksi museum yang dapat diakses secara online (foto dan keterangannya).


Imperial War Museum, London


Pendekatan yang serupa juga ditemukan di Imperial War Museum, London. Tata pamer IMW didesain secara krono-tematis. Saat ini, cerita tentang pendudukan Jepang di negara-negara koloni Inggris di Asia dapat ditemukan di galeri yang berjudul "Turning Points: 1934-1945". Di ruangan ini dipamerkan puing Mitsubishi A6M fighter yang rusak saat Perang Dunia 2 di Pasifik. Namun, ruangan ini juga membahas tentang Perang Dunia 2 di Eropa, bahkan sepertinya porsinya lebih banyak daripada Perang Dunia 2 di Asia.

Cerita tentang Perang Dunia 2 dan Jepang di IMW saat ini juga bisa ditemukan di ruangan yang berjudul "Extraordinary Heroes". Disini diceritakan tentang Mayor Parkash Singh yang mendapatkan anugerah Victoria Cross karena keberaniannya dalam menghadapi tentara Jepang. Mayor Parkash Singh lahir di daerah yang sekarang merupakan Pakistan, dan semasa mudanya ia bergabung di Indian Army.


Memang cerita tentang penjajahan Jepang dan Perang Dunia 2 di koloni-koloni Inggris di Asia sepertinya agak kurang terepresentasi di pameran permanen IMW. Tetapi, seperti di National Army Museum, cerita tersebut malah lengkap adanya di website museum. Baik dalam bentuk artikel panjang semacam blog post tentang suatu peristiwa perang ataupun tokoh tertentu, maupun dalam bentuk keterangan koleksi yang lebih singkat.


Natural History Museum, London


Selain itu, di website Natural History Museum di London juga ada cerita tentang Perang Dunia 2. Di postingan cerita yang berjudul "the Museum at War" diceritakan bahwa Inggris punya agen mata-mata bernama Special Operation Executive (SOE). Nah, saat Perang Dunia 2, SOE ini menggunakan beberapa ruangan di Natural History Museum dan menjadikannya workshop untuk membuat souvenir ala Asia. Suvenir ini sebetulnya adalah bom, namun bentuknya terlihat seperti ukiran kayu, patung batu atau keramik. Nanti, agen SOE di lapangan menggunakan benda-benda ini untuk menyamar sebagai penjual souvenir di jalanan. Padahal mereka bertujuan untuk "mengincar" (baca: membom) tentara Jepang!


The Gurkha Museum, Winchester


Beberapa museum di Inggris juga fokus menceritakan tentang tentara veteran perang. Misalnya The Gurkha Museum di Winchester yang sudah didirikan sejak tahun 1974. Museum ini merupakan bagian dari Winchester's Military Museum dan didedikasikan untuk menceritakan tentang tentara Gurkha yang melayani Inggris selama sekitar 200 tahun. Bahkan, museum ini eksis lebih dahulu dibandingkan dengan Gurkha Memorial Museum di Nepal yang sudah dibahas di Episode 7: Sejarah Kolonial dan Absennya Tentara Perang Dunia 2 di Museum.


Tidak hanya menampilkan diorama tentang perang, The Gurkha Museum juga menceritakan tentang cerita-cerita keberanian para tentara, kebudayaan dan bahkan agama para tentara Gurkha. Artefak yang dipamerkan terutama pisau khas tentara Gurkha dan medali-medali. Karena keberanian mereka, ada 26 tentara Gurkha yang dianugerahi Victoria Cross. Oh ya, acara The Gurkha Museum yang paling terkenal dan ditunggu-tunggu adalah: Curry Tasting yang biasanya diselenggarakan disaat liburan sekolah; juga lecture event with curry lunch/dinner!


The Kohima Museum, York


Terakhir, ada pula The Kohima Museum di York. Museum swasta ini mendedikasikan dirinya untuk membahas mengenai British 2nd Infantry Division yang bertempur di Kohima, India. Perang Kohima sendiri sudah pernah di bahas di Episode 6: Museum dan Sejarah India yang "Terlupakan".


The Kohima Museum terutama menceritakan tentang perang di Kohima, para veteran nya dan remembrance. Koleksinya bervariasi, dari seragam, senjata, bendera Jepang bertanda tangan, hingga foto, lukisan, peta dan potongan-potongan berita surat kabar.


Oh ya, di website museum dinyatakan bahwa di tahun 2018 museum ini sedang apply semacam dana hibah untuk mendesain ulang tata pamer museum. Menurut ceritanya, kalau mereka mendapatkan dana tersebut maka cerita tentang Etnis Naga (etnis lokal di Kohima) juga akan diceritakan di museum. Namun, gue kurang tahu kabar selanjutnya, apakah mereka dapat dana hibah tersebut atau tidak.


Kesimpulannya, setelah "jalan-jalan" ke beberapa museum di Inggris, kita jadi tahu ya kalau kisah orang-orang seperti Jim di Film "Empire of The Sun" tidak diangkat dalam narasi museum. Berbeda sekali dengan museum-museum di Belanda yang fokus pada kisah sejarah sosial dan personal stories tentang postcolonial immigrants mereka (cek Episode 14 Memori Imigran Pasca-Kolonial di Museum Belanda). Inggris tampaknya lebih fokus pada cerita tentang pertempuran-pertempuran British Empirera di (mantan) negara-negara koloninya seperti India, Sri Lanka, Myanmar, Singapura dan Malaysia.


Padahal, Inggris sebetulnya punya banyak koleksi dan cerita tentang pendudukan Jepang di bekas negara-negara koloni mereka di Asia. Namun koleksi-koleksi ini tampaknya lebih banyak disimpan di storage museum dan ditampilkan secara digital di website museum dibandingkan diceritakan dalam tata pamer museum secara langsung. Perang Dunia 2 di Eropa masih lebih banyak porsinya di dalam tata pamer museum-museum di Inggris dibandingkan dengan Perang Dunia 2 di Asia. Apakah cerita tentang bekas negara koloni masih jadi "anak tiri" di motherland?


Menarik kan? Ini baru sepenggal kisah tentang Inggris. Masih banyak lho cerita tentang negara-negara lainnya. Agar tidak ketinggalan, jangan lupa follow dan subscribe akun #MuseumTravelogue Talk di platform-platform podcast. Juga jangan lupa follow akun @museumtravelogue di Instagram ya!


Salam!

* Episode ini diriset dan dibawakan oleh Ajeng Arainikasih, Retno Ayu Lestari dan Argi Arafah.



Foto: Pexels / Pixabay

Komentar


Ā© 2023 by NOMAD ON THE ROAD. Proudly created with Wix.com

bottom of page