top of page

Australian National Maritime Museum, Sydney: Jadi Bajak Laut, Ahoy!

  • Gambar penulis: Ajeng Arainikasih
    Ajeng Arainikasih
  • 16 Sep 2022
  • 3 menit membaca

Disclaimer: Tulisan ini sudah pernah dipublikasikan sebelumnya di buku #MuseumTravelogue Australia (Stiletto Indie Book, 2018). Tulisan ini juga ditulis berdasarkan pengalaman mengunjungi Australian National Maritime Museum di Sydney sekitar 10 tahun lalu (2012). Untuk program dan tata pamer museum terkini, silahkan cek langsung di website museum.


Australian National Maritime Museum di Sydney yang terletak di daerah Darling Harbour dapat diakses lewat laut menggunakan kapal ferry umum dari Sydney Harbour. Uniknya, kapal dengan rute Sydney Harbour - Darling Harbour (atau rute sebaliknya) harus ditempuh dengan berlayar melewati bagian bawah jembatan Sydney Bridge yang menjadi salah satu ikon kota Sydney.


Sydney Harbour. Photo: Wikipedia

Hal ini lah yang menjadi alasan utama bagi saya dan suami untuk menjadikan Australian National Maritime Museum (ANMM) sebagai destinasi pertama ketika kami tiba di Sydney 10 tahun lampau.


Australian National Maritime Museum, Sydney. Photo: Ajeng Arainikasih

Tema pameran yang dibahas di ANMM sebetulnya tidak terlalu jauh berbeda dengan pameran di South Australian Maritime Museum di Adelaide. Ada tema mengenai pelaut dan penjelajah yang pertama kali datang dan mengeksplorasi Australia. Ada cerita mengenai settler, imigran, dan refugee dari masa ke masa hingga membentuk identitas Australia seperti sekarang. Ada pula display mengenai Tentara Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy).


Lalu, di museum diceritakan juga tentang kehidupan pantai dan sejarah surfing (yang dilengkapi dengan display baju renang dari masa ke masa). Pameran mengenai kebudayaan maritim penduduk asli Australia (Aborigines and the Torres Strait Islanders) juga ada. Termasuk di dalamnya menceritakan tentang kontak penduduk asli Australia Utara dengan pelaut-pelaut Bugis-Makassar!


Namun, koleksi museum favorit suami saya adalah kapal-kapal asli maupun rekonstruksi (dalam ukuran sebenarnya) yang diparkir di dermaga di dekat museum. Ia bahagia sekali dapat masuk ke dalam rekonstruksi kapal James Craig yang aslinya merupakan kapal layar buatan tahun 1874. Bagaimana kehidupan pelaut di dalam kapal layar abad 19 dapat diketahui dari dalam kapal ini. Menariknya, semua artefak yang disediakan di dalam kapal boleh dipegang!


Australian National Maritime Museum, Sydney. Photo: Ajeng Arainikasih

Australian National Maritime Museum, Sydney. Photo: Ajeng Arainikasih

Saya juga ikut bersemangat menjelajahi kapal demi kapal. Kami juga masuk ke dalam kapal perang (Destroyer) HMAS Vampire dan kapal selam HMAS Onslow! Seru! Saya dapat mencoba melihat keluar dari dalam kapal selam menggunakan teropong nya.


Setelah puas menjelajahi berbagai kapal di dermaga, kami memutuskan untuk kembali ke dalam gedung museum. Di antara dermaga dan gedung museum, mata saya menangkap signage mengenai bajak laut yang masih berhubungan dengan ANMM. Kami pun masuk ke dalam ruangan terpisah tersebut dan ternyata kami tanpa sengaja menemukan markas bajak laut, ahoy!


Australian National Maritime Museum, Sydney. Photo: Ajeng Arainikasih

Ruangan museum bertema bajak laut ini khusus diperuntukkan bagi pengunjung anak-anak. Setelah mendapat peta harta karun, anak-anak lantas bebas mengeksplorasi berbagai hal mengenai bajak laut.


Ada kapal bajak laut yang dapat dinaiki dan dari kapal tersebut anak-anak dapat ā€˜menembakkan’ meriam. Ada peti harta karun yang berisi berbagai pakaian bajak laut yang dapat dikenakan. Ada pula sudut prakarya dimana pengunjung dapat berkreasi membuat tutup kepala dan tutup mata bajak laut.


Namun, ruangan ini tidak hanya berupa playground semata! Tetap ada informasi yang disampaikan dengan singkat, jelas dan padat dalam bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak (kids label).


Melalui peta harta karun yang diberikan saat memasuki ruangan, anak-anak dapat memahami isi pameran bajak laut ini. Ada semacam pos-pos bertanda tengkorak tempat anak-anak dapat membubuhi cap pada jawaban yang benar di peta harta karun mereka.


Ada pula tong-tong kayu berisi lime (yang diperlukan bajak laut agar tidak kekurangan vitamin C) yang baunya dapat dihirup oleh anak-anak. Bahkan, ada tempat anak-anak dapat berlatih untuk berteriak dan berbicara seperti layaknya bajak laut!


Australian National Maritime Museum, Sydney. Photo: Ajeng Arainikasih

Seru sekali pokoknya. Jangankan anak kecil, saya dan suami saya saja terpesona dengan ruangan bajak laut ini, ahoy!


Ruangan khusus untuk anak-anak seperti ini biasa dikenal dengan sebutan children’s museum, kids’ museum, kids space, ataupun junior museum. Tergantung penamaan dari museum masing-masing. Ada museum-museum yang memiliki museum anak dibangunan yang terpisah dari ruang pamer utama seperti ANMM ini, namun ada pula yang menjadikannya bagian dari tata pamer permanen museum yang bersangkutan.


Satu hal yang penting dan harus diingat, permainan dan berbagai aktivitas di museum anak harusnya didesain khusus sesuai dengan konten dan tema museum serta memuat berbagai informasi dalam versi bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Bukan hanya tempat permainan anak semata tanpa adanya relevansi dengan tema dan konten museum yang bersangkutan.


Semoga museum-museum di Indonesia bisa segera punya ruangan khusus anak seperti ini ya. Kalau mau, Museum Ceria bisa membantu mendesain nya lho, ahoy!

Komentar


Ā© 2023 by NOMAD ON THE ROAD. Proudly created with Wix.com

bottom of page