Red Dot Design Museum, Singapore: Hands on Experience
- Ajeng Arainikasih

- 21 Jun 2018
- 2 menit membaca

Red Dot Design Museum di Singapura baru pindah ke daerah Marina Bay Sands. Museum ini memamerkan benda-benda yang memenangkan Red Dot Design Award, sebuah penghargaan desain produk bergengsi dari Jerman.
Ketika memasuki museum, pengunjung langsung disambut oleh museum shop yang menjual berbagai produk dengan desain keren! Harus kuat iman biar tidak tergoda untuk merogoh kocek 😁

Namun, yang paling cool menurut saya adalah pilihan harga tiket masuk museum yang beragam sesuai kerelaan pengunjung! Kita boleh pilih mau bayar S$6.40, 8.60, 10.70 atau lebih. Tapi anak-anak gratis.

Setelah membeli tiket, pengunjung diberikan voucher diskon untuk belanja di museum shop ataupun museum cafe/bar.

Lalu, pengunjung diberikan kartu pass untuk memasuki area pameran.

Menurut crew museum, pameran museum 2 lantai ini akan selesai dinikmati dalam waktu 45 menit.
Awalnya saya tidak berharap banyak dari sebuah museum desain. Memang saya yakin pasti desain museumnya bagus, tapi ada kemungkinan museumnya akan pasif. Objek hanya akan dipamerkan dalam lemari kaca dan pengunjung hanya akan membaca label atau menonton film pendek.


Namun ternyata saya salah!
Tidak semua objek diletakkan di dalam lemari kaca. Museum ternyata menyediakan hands on experience! Pengunjung boleh memegang beberapa koleksi yang disediakan. Atau bahkan mencoba mengenakannya. Misalnya mencoba duduk di sofa.

Memegang (untuk menyalakan dan mematikan) lampu yang di display.


Ataupun memakai helm sepeda yang didesain khusus sehingga memenangkan Red Dot Design Award.

Anak-anak saya pun senang bermain di museum ini, terutama karena mereka bisa mencoba berbicara dan mengoperasikan robot.

Robot yang berwarna hijau bernama “pu-ding”. Walaupun hanya dapat berbahasa Mandarin, anak-anak tetap senang memanggil-manggil “puding”. Nama yang ‘familiar’ buat mereka 😅

Selain memamerkan benda-benda yang memenangkan Red Dot Design Award, museum juga menampilkan narasi mengenai Red Dot Design Award itu sendiri melalui film pendek. Selain itu, museum juga menyediakan VR sehingga pengunjung dapat melihat situasi Red Dot Design Museum di Essen, Jerman dalam situasi 360 derajat.


Intinya, pameran di Red Dot Design Museum ini jadi lebih menyenangkan bagi pengunjung semua umur karena adanya Hands On Experience!
Selain desain museum, objek yang dipamerkan, hands on experience, robot dan VR, saya juga suka dengan cara museum menyajikan narasinya. Label dibuat singkat dan jelas. Desain label dibedakan antara narasi mengenai objek (putih) dan petunjuk hand on experience nya (merah).



Beberapa label juga ditempatkan di standing pedestal, jadi tidak monoton.

Oya, Red Dot Design Museum ini buka sampai jam 8 malam. Bahkan buka sampai pukul 10 malam di akhir pekan. Bar dan cafe museum bahkan buka sampai lebih malam lagi.

Satu hal lain yang membuat anak-anak saya kerasan di Red Dot Design Museum ini adalah: playground di halaman depan museum! Anak jadi susah diajak masuk ke dalam museum, ataupun diajak pulang karena asik main di playground yang menurut mereka bentuknya “aneh” hehe...


Red Dot Design Museum merupakan salah satu museum lain di Singapura yang menurut saya “worth visit”. Terutama bagi penyuka desain.




Komentar