Istana Schonbrunn, Vienna: Guided Tour?
- Ajeng Arainikasih

- 18 Jan 2017
- 4 menit membaca
Diperbarui: 30 Mar 2020

Sejak kecil salah satu destinasi favorit saya adalah istana. Jadi, ketika di penghujung tahun 2016 lalu saya berkesempatan ke Vienna, Austria, pergi ke Istana Schonbrunn adalah destinasi utama saya. Istana Schonbrunn adalah istana musim panas keluarga kerajaan dinasti Habsburg. Di masa keemasannya dinasti Habsburg berkuasa memerintah Austro-Hungarian Empire. Kini wilayahnya terbagi atas Austria, Bosnia-Herzegovina, Croatia, Czech Republik, Montenegro, Polandia, Romania, Sebia, Slovakia, Slovenia, Ukraina dan Hungaria.
Istana Schonbrunn yang saat ini eksis adalah istana yang dibangun ulang dan direnovasi sekitar tahun 1740-1750an di era pemerintahan Maria Theresa. Tahun 1918 dinasti Habsburg berakhir (karena Perang Dunia 1) dan Istana Schonbrunn kemudian menjadi properti Republik Austria dan di preservasi sebagai museum.
Di situs resmi Istana Schonbrunn disebutkan ada paket Imperial Tour (22 ruangan, durasi 30-40 menit, 14.20 Euro) dan Grand Tour (40 ruangan, durasi 50-60 menit, 17.50 Euro). Berhubung waktu saya ke Turki dan Perancis saya juga ikut tur istana, jadi saya tertarik untuk ikut lagi. Di Turki saya mengunjungi (museum) Istana Topkapi dan Istana Dolmabahce. Di Istana Topkapi saya memilih untuk mengeksplorasi istana sendiri tanpa pemandu, sedangkan di Istana Dolmabahce semua pengunjung memang harus ikut guided tour. Disitu saya merasakan sekali bedanya. Saya merasa dapat informasi lebih banyak di Dolmabahce daripada saat saya berkelana sendirian di Topkapi. Di Perancis saya juga ikut tur di Istana Versailles. Tur nya enak banget! Setiap orang (di kelompok kecil) diberikan earphone dan dari earphone tersebut pengunjung dapat mendengar suara pemandunya masing-masing (dengan jarak maksimal tertentu). Sambil mendengarkan pemandu saya masih bisa sedikit 'tengok kanan kiri' kalau ada hal-hal lain yang menarik perhatian saya diluar penjelasan pemandu. Namun, saya juga masih bisa tanya-tanya ke pemandu kalau penasaran sama hal-hal yang tidak dijelaskan. Jadi, ketika membaca kata 'tour' di Istana Schonbrunn saya kebayang sistemnya akan seperti di Dolmabahce atau Versailles.
Pastinya saya pilih paket Grand Tour biar lebih puas! Ternyata, tur nya bisa pilih mau pakai rekaman audioguide yang alatnya harus dikalungin, atau download aplikasinya di smartphone sendiri. Sama sekali tidak ada pemandu berbentuk manusia yang bisa ditanya-tanya! Walaupun audioguidenya tersedia dalam Bahasa Inggris (dan banyak pilihan bahasa lain), tetap saja rasanya agak sedikit kurang puas karena tidak bisa bertanya dan diskusi dengan pemandu beneran, tapi saya masih tetap senang kok! Istana nya keren banget dan informasi yang didapat dari audioguide cukup banyak.

Dari audioguide saya jadi tahu mengenai kehidupannya Ratu Maria Theresa dan anak-anaknya. Salah satu anak Maria Theresa adalah Ratu Perancis Marie Antoinette yang terkenal itu lho! Cerita yang paling banyak adalah mengenai Raja Franz Joseph I (cucu Maria Theresa). Beliau adalah raja yang paling lama berkuasa di Kerajaan Austria-Hungaria. Beliau juga raja yang bekerja sangat keras (beliau mulai kerja pukul 5 pagi), hobi berburu dan memiliki photographic memory yang sangat baik! Misalnya, beliau bisa hafal dan mengenali rakyatnya hanya karena pernah bertemu satu kali saat audiensi. Franz Joseph juga sangat mencintai istrinya, Sisi (Elisabeth). Walaupun demikian, diceritakan bahwa Ratu Sisi yang menikah di umur 16 tahun (saat Franz Joseph berumur 18 tahun) tidak menyukai kehidupan pernikahan. Ia tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan ibu mertuanya, dan terobsesi untuk tetap muda dan cantik hingga sering 'skip' acara makan malam keluarga agar tetap langsing. Semenjak anaknya (Putra Mahkota Rudolf) meninggal karena bunuh diri, Ratu Sisi juga menarik diri dari kewajiban tugas kerajaan dan lebih sering berpergian keluar Vienna. Ia bahkan meninggal di Geneva (Swiss) karena ditusuk oleh seorang anarkis. Di Schonbrunn saya merasa ada cukup banyak cerita kelam yang disampaikan. Jadi bukan jaminan ya kalau kita anggota keluarga kerajaan pasti bahagia!
Anyway, walaupun pengunjung tidak boleh berfoto di dalam istana selama tur, dan dinding, pintu serta display perabotan dilindungi dibalik akrilik sehingga tidak bisa disentuh, tetapi museum menyediakan 'meja sentuh' khusus lho! Meja sentuh? Yap! Di sisi ruangan Great Gallery disediakan meja dimana pengunjung dapat menyentuh bahan kertas pelapis dinding istana dan hiasan motif-motif yang terbuat dari kayu. Di meja itu pula dilengkapi label keterangan singkat plus label huruf Braille. Museum Istana Schonbrunn tahu betul kalau pengunjung pasti penasaran ingin menyentuh dinding-dinding istana. Namun karena alasan preservasi maka dinding istana dilapisi akrilik, sehingga disediakanlah meja sentuh tersebut, salute!

Langit-langit Great Gallery di Istana Schonbrunn juga dihiasi dengan lukisan. Agar pengunjung dapat mengetahui siapa tokoh-tokoh yang ada di lukisannya, di ruangan ini disediakan meja bergambar lukisan dengan keterangan dan kode warna. Jadi pengunjung dapat dengan mudah mengidentifikasi tokoh-tokoh yang dilukiskan. Salah satu contoh interpretasi lukisan (terutama ceiling painting) yang bisa ditiru nih!

Setelah 60 menit menjelajahi Istana Schonbrunn dengan audioguide kesayangan (hehe), audioguide pun harus dikembalikan ke tempat yang disediakan. Pengunjung kemudian digiring keluar istana dengan (harus) melewati toko cinderamata yang sangat menggoda iman. Oya, sebelum pengunjung mengambil tas (sebelum masuk harus dititip), ada tempat pengunjung dapat menulis feedback di formulir yang disediakan. Formulirnya pun tersedia dalam berbagai bahasa untuk mengakomodir kebutuhan turis.
Selain itu, ternyata ada Children Museum juga di Istana Schonbrunn ini. Saya (yang memang dasarnya museumgeek) rela merogoh kocek extra 8.80 Euro lagi untuk menjelajahi Children Museumnya. Seperti apa sih isinya? Tunggu aja ceritanya ya di posting selanjutnya, "Istana Schonbrunn, Vienna (Part 2): Museum istana ramah anak".




Komentar