Museum Universitas: Museum of Classical Archaeology dan Tate Museum, The University of Adelaide
- Ajeng Arainikasih

- 22 Agu 2016
- 3 menit membaca
Diperbarui: 30 Mar 2020

Saat saya kuliah S2 Art History Curatorial and Museum Studies di The University of Adelaide, Australia, saya sering diajak field trip ke museum-museum oleh jurusan saya. Suatu hari kami memiliki jadwal field trip ke Museum of Classical Archaeology. Di silabus kuliah disebutkan bahwa mahasiswa harus berkumpul di pintu depan Mitchell Building. Mitchell Building adalah gedung tertua yang pertama dibangun di Adelaide University di kampus North Terrace tahun 1879-1881. Ternyata, Museum of Classical Archaeology adalah salah satu museum universitas Adelaide University yang dikelola oleh Department of Classics, Archaeology and Ancient History. Museum ini berada di bawah tanah gedung Mitchell Building. Siapa yang mengira bahwa di bawah heritage building bergaya gotik ini tersimpan ribuan artefak Romawi, Yunani dan Mesir!
Seperti museum universitas pada umumnya, awalnya museum ini eksis karena Department of Classics, Archaeology and Ancient History memiliki teaching collections untuk kepentingan perkuliahan. Biasanya teaching collections ini lantas berkembang menjadi museum universitas. Satu universitas juga bisa memiliki lebih dari 1 museum. The University of Adelaide bahkan memiliki 3 museum universitas: Museum of Classical Archaeology, Tate Museum dan Roseworthy Agricultural Museum. Namun sayangnya museum-museum ini masih dikelola secara tradisional.
Contohnya, karena Museum of Classical Archaeology tujuannya untuk kegiatan perkuliahan maka museum tidak dibuka untuk publik. Museum hanya dibuka untuk umum setiap hari selasa pertama setiap bulan dari bulan Maret hingga November, dan saat Adelaide University open day yang biasanya jatuh di bulan Agustus. Walaupun demikian, museum memberikan kesempatan bagi siswa sekolah untuk berkunjung dengan perjanjian. Satu grup kunjungan (berbayar) maksimal terdiri dari 30 orang. Museum of Classical Archaeology didanai dari sumbangan donatur, dan donatur yang menyumbang akan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak lho!
Walaupun museum masih dikelola secara tradisional, museum ini sudah berusaha untuk memiliki program outreach, yaitu program untuk masyarakat yang lebih luas, bukan hanya untuk dosen dan mahasiswa jurusannya saja. Outreach program Museum of Classical Archaeology adalah menyelenggarakan public lecture (biasanya diselenggarakan malam hari) setiap satu tahun sekali. Tahun 2008 saya sempat menghadiri kuliah umumnya mengenai penemuan terkini dari makam salah satu keluarga kerajaan di Syria. Saat itu makam tersebut baru ditemukan karena jalan masuknya tertutup runtuhan tembok. Sisi dalam tembok yang runtuh tersebut dihiasi oleh mozaik dari Yunani. Di dalam makam juga ditemukan artefak berupa perhiasan kerajaan yang bahannya terbuat dari batu lapis lazuli dari Afghanistan dan regalia kerajaan lainnya yang bahannya berasal dari daerah Skandinavia. Penemuan ini mengungkap bahwa perdagangan pada masa Syria kuno sudah mencapai Afghanistan, Yunani, bahkan hingga ke negara-negara Skandinavia! Keren! Mungkin kini situs istana tersebut sudah hancur ya? Huhu..
Kembali ke museum universitas, saya juga pernah āberkunjungā ke Tate Museum, museum Adelaide University lainnya yang terletak di Mawson Laboratories. Tate Museum ini memiliki koleksi spesimen geologi seperti batuan, mineral dan fosil. Tate Museum juga memamerkan koleksi benda-benda milik Sir Douglas Mawson, salah satu Profesor Geologi ternama dari Adelaide University yang melakukan ekspedisi ke Benua Antartika di awal abad 20. Walaupun museum ini gratis dan dibuka untuk umum dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore di hari senin sampai jumat, tata pamer museum masih pasif dan tradisional (saat itu tahun 2008). Benda-benda koleksi hanya dipamerkan di dalam lemari-lemari kaca.
Tetapi, kunjungan saya ke Tate Museum ini bukan kunjungan biasa lho! Waktu itu saya terpilih menjadi International Peer Support Mentor. Selama dua kali dalam 1 tahun The University of Adelaide memiliki program International Student Orientation. Program ini dijalankan oleh International Office dengan dibantu oleh selected student volunteers sebagai mentor. Acara di kegiatan orientasi ini bermacam-macam, dari tur kampus, tur kota Adelaide, belajar academic writing, BBQ, hingga melakukan berbagai permainan. Salah satu permainannya adalah āAmazing Raceā keliling kampus yang bertujuan mengenalkan tempat-tempat di kampus North Terrace bagi mahasiswa internasional baru. Jadi, sebagai satu-satunya mentor dari jurusan Art History Curatorial and Museum Studies, saya ditempatkan untuk ājaga pos Amazing Raceā di Tate Museum! Hehe... Kalau dipikir-pikir, walaupun masih dikelola secara tradisional, universitas tetap mempromosikan museumnya ke mahasiswa baru setiap semester baru dimulai lewat permainan di kegiatan orientasi mahasiswa nya lho...

Sayang fotonya blur hehe.. Padahal pas banget foto sama Mitchell Building dan papan nama universitas di Northern Light Festival (2008)




Komentar