top of page

Ayers House Museum, Adelaide: Candlelight tour di malam hari

  • Gambar penulis: Ajeng Arainikasih
    Ajeng Arainikasih
  • 15 Agu 2016
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 30 Mar 2020


Photo courtesy of: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ayers_House_-_North_Terrace_-_Adelaide.JPG

Di Jalan North Terrace di pusat kota Adelaide, tepat di seberang Royal Adelaide Hospital, terdapat museum rumah bersejarah bernama Ayers House Museum. Ayers House Museum ini dulunya adalah rumah keluarga Sir Henry Ayers yang selesai dibangun pada tahun 1876. Sir Henry Ayers merupakan pria asal Inggris yang cukup sukses di Australia sebagai politikus dan direktur Burra Copper Mine. Pada masa itu, keluarga Ayers adalah salah satu keluarga kelas menengah atas di Adelaide. Kini rumah keluarga Ayers dijadikan museum rumah bersejarah untuk mempreservasi tipikal mansion keluarga kaya kala itu, juga untuk menunjukkan bagaimana kehidupan sosial kelas menengah atas di Adelaide pada abad 19, serta bagaimana kehidupan pelayan-pelayan mereka.

Dalam rangka menginterpretasi kehidupan keluarga Ayers, Ayers House Museum memiliki program After Dark Tour. Tur malam hari ini biasanya dilakukan di musim dingin. Peminatnya pun cukup banyak. Oleh karena setiap tur hanya boleh diikuti oleh maksimal 20 orang, maka cukup sulit juga untuk booking dan mendapatkan jadwal tur.

Kebetulan tahun 2008 saya dan 3 housemates saya sesama mahasiswa Indonesia di Adelaide cukup beruntung karena dapat tempat untuk mengikuti After Dark Tour nya Ayers House Museum ini. Tur dimulai tepat pukul 7 malam. Awalnya kami disambut oleh Butler atau kepala pelayan keluarga Ayers yang membawa lilin. Kami pun diminta mematikan telepon genggam kami karena ceritanya kami sedang kembali ke masa lalu, ke era tahun 1870-an.

Butler keluarga Ayers pun menceritakan bahwa malam itu Tuan dan Nyonya Ayers sedang tidak ada di rumah, mereka sedang berpesta di rumah keluarga BarrSmith, keluarga kaya lain di Adelaide. Anak-anak mereka pun sedang di luar kota. Namun karena kami sudah tiba di rumah mereka maka kami akan dipandu oleh Butler dan Housekeeper keluarga Ayers untuk melihat-lihat rumah. Tur dengan cahaya lilin pun dimulai.

Pertama-tama kami dibawa ke ruang makan. Disana ada salah seorang pelayan yang sedang membersihkan perapian. Ia kemudian menjatuhkan alat bersih-bersihnya secara tidak sengaja. Butler dan housekeeper keluarga Ayers pun memarahi pelayan yang ketakutan tersebut. Mereka lantas menjelaskan peran-peran tiap pelayan yang berbeda-beda. Juga menjelaskan bagaimana tata krama di meja makan pada era itu.

Kemudian kami dibawa berkeliling melihat ruang duduk rumah keluarga Ayers. Rumah keluarga Ayers dirancang oleh Arsitek Sir George Strickland Kingston. Hiasan interior di langit-langit ruangan di rumah tersebut juga dilukis menggunakan tangan lho! Setelah dari ruang duduk dan mengetahui bagaimana Nyonya Ayers menghabiskan waktu luangnya di ruang duduk (menjamu tamu, merajut, membaca atau bermain musik) kami pun dibawa ke lantai atas, ke kamar tidur. Di kamar tidur, kami diceritakan pula tugas pelayan yang berbeda, yakni antara lain ada yang bertugas membawakan air untuk membersihkan diri. Ada pula pelayan yang bertugas mencuci dan menyeterika pakaian. Disaat sedang asik melihat-lihat benda-benda di kamar tidur Tuan dan Nyonya Ayers, kami mendengar juru masak berteriak-teriak di dapur!

Kepala pelayan dan housekeeper memimpin kami untuk bergegas ke dapur di bawah tanah dengan menggunakan cahaya lilin! Di dapur terlihat juru masak dan para pembantunya sedang memukul-mukul tikus (karet tentunya!). Mereka lantas bercerita bahwa mereka sedang memasak untuk pesta makan malam esok hari yang akan diselenggarakan oleh Tuan Ayers. Kami juga dijelaskan darimana mereka mendapat ikan dan buah-buahan, serta dimana bahan-bahan makanan lain dibeli. Apa kegunaan berbagai alat masak yang ada, dan dimana wine keluarga Ayers disimpan.

Setelah itu, para pelayan ā€˜bersekongkol’ mengajak kami naik untuk melihat ruangan pesta yang akan digunakan besok malam, mumpung keluarga Ayers sedang tidak ada di rumah! Sesampainya di ruang pesta, para pelayan bilang bahwa di ruangan tersebut tuan Ayers baru saja memasang teknologi masa depan yang belum pernah ada sebelumnya: lampu! Para pelayan pun mematikan lilin-lilin mereka dan menyalakan lampu sembari mengatakan ā€œselamat datang kembali di abad 21!ā€. Ternyata waktu tur 1 jam tak terasa telah selesai.

Ayers House's servants, volunteers at the candlelight tour

Setelah tur selesai kami berfoto dengan para pemandu tur berkostum pelayan tersebut. Saat itu saya mengetahui bahwa para pelayan yang mengantarkan kami dalam After Dark Tour tersebut adalah volunteers yang membantu di Ayers House Museum. Museum-museum kecil di Australia memang lazim dijalankan oleh volunteer. Pekerja paid job nya (pegawai museum yang digaji) memang tidak banyak.

Museum rumah bersejarah juga lazim menjalankan berbagai tur tematik yang sangat menarik untuk menginterpretasi ā€˜cerita’ museum mereka. Dengan demikian pengunjung akan senang karena mereka tidak hanya akan melihat atau menonton pertunjukan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pertunjukan, bahkan merasakan bagaimana hidup di masa lalu. Would you like to experience these kind of tour?

Komentar


Ā© 2023 by NOMAD ON THE ROAD. Proudly created with Wix.com

bottom of page